Jumat, 23 Oktober 2015

Menumpuknya Sampah di Bukit Kaba

Bengkulu-Botol plastik dan bungkus plastik mie instan tampak berserakan di salah satu sudut tepian Bukit Kaba Kabupaten Curup .
Sampah itu ditinggalkan begitu saja oleh para pendaki dan pengunjung bukit kaba di Kabupaten Curup tersebut, tanpa ada yang berinisiatif membawanya ke tempat pembuangan di bagian bawah hutan bukit kaba dekat pos darwis .
Di bukit kaba sudah banyak sekali sampah yang menumpuk dan mengganggu pemandangan . Kondisi tersebut tidak hanya terjadi di atas bukit kaba, sejumlah aktivis lingkungan dari Pecinta Alam Rian mengatakan “ tumpukan sampah di bukit kaba dan di hutan sudah banyak sekali , dan tumpukan sampah itu tidak dapat dibakar dikarenakan basah “ .
Kini sudah banyak anak-anak SMA bahkan anak-anak SMP yang mendaki bukit kaba .
Salah seorang penjaga pos darwis onal mengatakan “ sekarang sudah banyak pendaki  yang sekedar hanya tau untuk mendaki gunung saja , tetapi mereka tidak memperhatikan kesiapan , fisik beserta sampah yang akan mereka hasilkan ketika diatas bukit . mereka kurang  kesadaran untuk membawa sampah mereka kembali turun kebawah “ .
Hendaknya semua pendaki mempunyai kesadaran diri untuk bersama-sama menjaga lingkungan bukit kaba dari sampah makanan yang mereka buat sendiri . 



Kekeringan yang Melanda Bengkulu


Bengkulu- Kemarau panjang yang melanda sejumlah daerah di Indonesia, mengakibatkan kekeringan. Sehingga di beberapa lokasi warga kesulitan untuk mendapatkan air.
Di Bengkulu , sejumlah lahan pertanian milik warga mengalami kekeringan. Sehingga mengakibatkan gagal panen . “Bengkulu kini dilanda musim kering yang panjang , akibatnya banyak lahan pertanian yang gagal panen “. Ujar Said .
Seperti yang diketahui , air untuk mandi bahkan untuk memasak juga ikut mengering . Salah satu ibu rumah tangga Yana “ Saya tidak bisa menggunakan air seenaknya lagi , untuk minum  dan mandi sekarang susah , air PDAM hanya hidup di tengah malam saja , air sumur juga mengering , mau tak mau saya harus begadang untuk melihat air PDAM hidup atau tidak “ .
Kekeringan ini juga tidak bisa ditolak , perkiraan  Stasiun Meteorologi Kelas III Fatmawati BMKG Bengkulu, Winda Ayu, memprediksi 10 kabupaten dan kota di Bengkulu masih dilanda musim kemarau hingga dua bulan ke depan atau sampai Desember.